Cari

sangpotrekoneng

Somewhere between right and wrong there is a garden. I will meet you there -Rumi-

bulan

Oktober 2015

Dulu Kita Pernah..

Dahulu kita pernah menikmati angin tanah surga ini bersama
Menyanyikan kidung kidung jenaka sampai pada lirik lirik yang membakar jiwa
Ku rasa baru kemarin kita berlarian mengejar kereta
Menyusuri tempat dimana debu menjadi sahabat dan hujan menjelma sebagai puisi
Di langit biru itu kita pahatkan mimpi yang penuh ornamen kasih sayang dan canda
Tak kuat tapi berada dalam satu ikatan yang saling menguatkan

Kini kita laksana paku baja,kuat tapi sendiri
Kau berjalan ke barat dan dia ke arah timur
Ku kira dengan bulatnya bumi akan tiba saatnya semua bertemu lagi
Memandang pada arah yang sama,berjuang untuk mimpi yang kita ikrarkan dengan lantang
Namun nyatanya saat kalian bertemu tak lagi kudengar teriakan sapa
Masih ku dengar kau agungkan matahari yang sedang terbit dan dia puja matahari ketika menuju peraduan
Sementara aku kalian anggap patung yang hanya berhak untuk melihat tanpa berbicara
Padahal aku hanya ingin berkata “hey bukankah yang kalian lihat adalah matahari yang sama? ”

Dulu kita pernah bersahabat,entah kapan lagi…

Boleh Salah,Tidak Boleh Bohong

Boleh salah tetapi tidak boleh bohong

adalah salah satu sikap yang harus dimiliki seorang peneliti. Kesalahan dalam proses penelitian adalah sesuatu yang wajar karena merupakan proses pembelajaran. Dari segi waktu dan materi mungkin tidak akan efisien karena kesalahan akan membuat kita harus mengulang kembali sampai akhirnya dihasilkan data yang valid. Akan tetapi dampaknya bisa dipertanggungjawabkan kelak.
Mungkin karena terdidik dalam beberapa kali penelitian,sehingga sikap ini terbawa dalam prinsip hidup sehari-hari. Walau ada kalanya sedih juga ketika kita berhadapan dengan orang yang takut salah sehingga harus berbohong. Berulangkali menghadapi situasi tersebut bahkan dengan orang tercinta,membuat saya semakin memegang erat sikap tersebut. Biarlah biar sakit kita tahu kebenerannya dari pada bersenang kini tapi ujungnya juga sakit,bukankah sepandainya kita menyimpan bangkai aroma busuknya nanti akan tercium juga 🙂

Satu kesalahan akan membuatmu belajar, satu kebohongan akan memaksamu membuat kebohongan berikutnya

Malam Paling Romantis Di Bulan Oktober

Kamis sore tak seperti biasanya pukul 16.30 sudah out dari ruangan demi janji dengan the ladies dari keluarga rempong cemara. Pukul 17.00 sudah anteng depan Kebun Binatang Surabaya sekalian ngojek penumpang dari the city of crayen alias krian, kasihan juga jika penumpang khusus ini ditinggal karena dari semalam bawaannya sudah galau gundah gulana.

Dan waktu berlalu,kemacetan Surabaya di sore hari pun telah ditembus hingga kami sampai di tujuan “Balai Pemuda”. Di tempat ini memang sedang diadakan agenda tahunan yakni Book Fair yang sudah menginjak kali ke-29. Selain berburu buku tentunya ada yang lebih spesial yang membawa kami hingga rela pulang lebih awal dari kantor, menyusuri surabaya, menghirup udara yang sedang penuh dengan CO,demi apalagi kalau bukan demi sang Kakak gede   Stebby Julionatan yang sedang dibedah buku Puisinya oleh mbak Heti Palestina Yunani sang matahari kecil di jalan sutra.

Setelah sebelumnya borong beberapa buku yang benar-benar miring harganya plus bonus Jurnal dan buku etnografi kesehatan yang diberikan cuma-cuma oleh Pusat Humaniora Kemenkes RI, kami pun duduk anteng menunggu bedah buku “Biru Magenta”. Yup!! Biru Magenta adalah kumpulan sajak yang disusun oleh Kang Stebby dan Mbak Ratna Setyavati. Kami sudah lama mendengar tentang buku tersebut dan sudah lama ingin membelinya, tapi siapa sangka isinya begitu dalam. Sebelum acara dimulai tiba-tiba (walau sebenarnya teman-teman sudah iseng daftarkan) salah satu dari kami diminta maju untuk membacakan salah satu Puisinya, pas banget yang ditunjuk adalah salah satu dari kami yang sedang baper dan sajak yang dipilihnya pun sepertinya benar-benar pas dengan suasana hatinya. Karena gak tega perlihatkan raut wajahnya saat baper, berikut adalah lembar sajak yang dipilihnya :p

Salah Satu Sajak Di Biru Magenta
Salah Satu Sajak Di Biru Magenta

Setelah “cie cie moment” langsung masuk ke acara inti, Kang Stebby memaparkan tentang proses pembuatannya. Kalau dilihat di puisinya sih sepertinya memang ada “sesuatu klugat kluget” antara dua penyair ini, hingga bisa menciptakan status-status bersajak di Facebook dan kemudian merangkainya dalam satu buku yang sangat manis.

MC Kocak - Kang Stebby - Mbak Heti Palestina
MC Kocak – Kang Stebby – Mbak Heti Palestina

Ditengah diskusi, tampil pula komunitas Sae Sanget Indonesia yang membawakan musikalisasi Puisi yang diambil dari Biru Magenta. Dan yang dipilihnya pun pas banget, mbak shenobi membawakan sajak “Laki-Laki Paling Romantis Sedunia”

Setiap pagi, setidak-tidaknya memang kami selalu mengirim pesan singkat, “Selamat pagi dan aku mencintaimu” bukan untuk bergombal ria. Tapi, pesan singkat dan terkesan praktis itu adalah cara kami melukis senyum di wajah masing-masin sebagai bekal kekuatan menjalani hari-hari yang kadang tak ramah

Komunitas Sae Sanget Indonesia Mas Arie - Sheren - Mbak Shenobi
Komunitas Sae Sanget Indonesia
Mas Arie – Sheren – Mbak Shenobi

Diselanya ada sheren yang membawakan “Selamanya Cinta – D’cinamon- yang lalu dilanjutkan dengan balasan sajak yang dibawakan Mas Arie “Perempuan Yang Paling Saya Butuhkan”

Ia tidak berdiet, Perempuan itu memakan apa saja yang saya makan. Bahkan sering melebihi porsi saya. Bayangkan dua mangkuk mie ayam plus seporsi ceker tambahannya. Dua gelas pokak, masih ditambah lagi segelas teh hangat sebagai teman menyantap pisang goreng. Pernahkah kau temukan perempuan seperti itu?

Sampai di sajak itu langsung #makjleb, kalau anak gaul bilang “INI GUVE BANGET”. Doyan makan dan ah ya…Laki-laki paling romantis itu mungkin kamu hai jodohku,kemudian sayup lagu ,Raisha- Jatuh Hati, terdengar dan membawa pikiran ini semakin masuk menghayati setiap katanya. Malam itu riuhnya lalu lintas di sepanjang Jalan Pemuda seakan senyap, hanya musik itu dan khayalan tentang seseorang entah siapa.

Mungkin bagi sebagian orang malam minggu adalah malam yang sangat romantis, tapi bagi saya kamis malam kemarin adalah malam paling romantis, setidaknya di awal bulan Oktober ini. Hingga di rumahpun saya masih menekuni biru magenta dan membaca lembar demi lembarnya. Dan ini adalah halaman favorite saya 🙂

Semua Ini Kesalahan Adam dan Hawa
Semua Ini Kesalahan Adam dan Hawa
“Biru Magenta”

Mungkin ini adalah sajak favorite saya, tapi ada lembar-lembar sajak lainnya yang mungkin akan tepat bagi kalian, karenanya Biru Magenta sangat direkomendasikan untuk berada dalam jajaran koleksi buku kita 🙂

WASPADA!!!!!!!!!! peringatan bagi yang tidak bisa renang, sebagai antisipasi mungkin perlu pakai pelampung saat membacanya,karena sajaknya begitu dalam dan mungkin akan membawamu tenggelam :p

Kapan Nikah??

Kapan nikah??adalah pertanyaan yang kerap menghantui perawan – bujang. Sejak kapan pertanyaan itu ditembakkan pun beragam,ada yang mendapat pertanyaan itu sehari setelah baligh,setelah lulus kuliah atau setelah bekerja dan kemudian menjadi pertanyaan rutin disetiap acara keluarga. Semacam basa-basi yang beneran basi ditanyakan. Apalagi bila teman bermain kita satu persatu melepas status lajangnya,entah kenapa tiba-tiba lingkungan mulai dari orang tua,budhe pakdhe,bulek paklek,saudara bahkan rumput bergoyang bertanya “giliran kamu kapan?”.

Balik lagi ke pertanyaan ” kapan nikah” yang kadang dimulai dengan sanjungan “wah udah kerja ya?” atau “makin manis aja” juga “hebat ya sekarang udah mandiri” tapi ujungnya juga “kok gak nikah sih,tunggu apa lagi?” atau semacam “ini ada itu ada,nikahnya kapan?” lah hatinya belum notok jedok eh pak,pripun???
Notok Jedok???iya notok jedok..Menikah itu bukan perkara urusan ucapan 5 menit dan resepsi 7 hari 7 malam saja,melainkan akad pada sebuah komitmen untuk bersama berjuang sampai maut memisahkan. Karena komitmen yg harusnya dijaga seumur hidup itulah maka keyakinan yang paling yakin diperlukan. Jadi bila saya mau nikah pastinya dengan yang bikin hati notok jedok. Bukan perkara pendidikan,materi atau ketampanan bak arjuna yang membuat hati ini notok jedok. Tapi lebih pada bagian kecil dari diri ini yang disebut nurani yang membisikkan “itu wes passs banget perpaduan kopi dan gulanya” yang membuat kita mau menerima dan diterima.
Jadi kapan nikah??tunggu notok jedok dulu ya 😉
Kapan notok jedoknya?? Biar waktu yang menjawab *haiyah*

Ada gambar tambahan dari mbak mbak inisial NITA yg cukup pas nih :p

image

Monitoring Kesehatan Lewat Posbindu

Salah satu yang harus disyukuri bekerja di Dinas Kesehatan adalah adanya pemantauan rutin status kesehatan lewat Posbindu PTM setiap hari selasa di minggu pertama. Posbindu atau Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular adalah salah satu upaya pencegahan yg didasari oleh peningkatan penyakit tidak menular di masyarakat yg sekarang pun sudah merambah ke usia muda.
Di Surabaya sejak tahun 2012 s.d 2014 tercatat Hipertensi dan Diabetes Melitus sebagai Penyakit Tidak Menular dengan prevalensi tertinggi. Tingkat Kematian (Mortality Rate) dengan penyebab Hipertensi setiap tahunnya meningkat yakni 2012 : 4.25/100.000,2013 : 6.24/100.000 dan 2013 : 8.17/100.000. (Sumber : Data Dinas Kesehatan Kota Surabaya)
Penyakit Tidak Menular seperti Hipertensi,Jantung Koroner,Kanker,Diabetes Melitus walaupun tidak ditularkan orang ke orang tetapi saat penyakit tersebut menyerang cost yg harus ditanggung perorang cukup besar. Oleh karenanya pencegahan serta deteksi dini terhadap penyakit tersebut diperlukan salah satunya melalui Posbindu PTM.
Dalam Posbindu PTM prosedur yg dilakukan antara lain :
Meja 1 : dilakukan registrasi
Meja 2 : dilakukan wawancara mengenai pola hidup seperti kebiasaan konsumsi makanan,olahraga,merokok dll
Meja 3 : dilakukan pemeriksaan tekanan darah,berat badan,tinggi badan analisa lemak tubuh,dan indeks massa tubuh
Meja 4 : Pemeriksaan gula darah,cholesterol,asam urat
Meja 5 : Konsultasi dari hasil pemeriksaan
Dengan pemeriksaan yg rutin kita dapat melakukan kewaspadaan dini terhadap resiko penyakit plus mendapatkan saran untuk pencegahannya. Seperti hari ini hasil pemeriksaan cholesterol menunjukkan 222,sedangkan seharusnya <200 😦

image

Kita memang tidak pernah tau kapan ajal akan menjemput dan dengan cara apa tetapi sebagai manusia kewajiban kita adalah ikhtiar agar selama hidup yang kita lakukan dan dapatkan adalah kondisi terbaik 🙂

Blok Rumpi Virtual GSMers Kece

September lalu tepat satu tahun sudah menempati rumah sendiri. Rasanya????nyamaaaaan!!!! walaupun dengan alasan keamanan jalanan menuju rumah yang sepi harus mengabaikan godaan kuliner malam surabaya yang sangat menggoda serta tahan ledekan orang tentang Surabaya coret atau Surabaya bagian Mars karena berada di bagian ujung timur Surabaya. Tapi menempati rumah sendiri walau masih harus dicicil benar-benar nyaman, membuat ada alasan untuk mengurangi kelayapan untuk bersih bersih rumah, mengalihkan kebiasaan belanja baju untuk kepentingan cicilan dan mengisi beberapa bagiannya.

Entah apa yang mendasari Almarhumah Ibu memilih lokasi ini dari sekian banyak lokasi yang kami kunjungi. Dulu yang paling ditakutkan saat tinggal di kota bagi gadis kampung adalah bayangan karakteristik orang perkotaan yang masa bodo didukung tingginya keangkuhan tembok-tembok pemisah yang membuat antara satu orang dan lainnya tak saling kenal walau bersebelahan. 

Tapi kemajuan teknologi membuatnya berbeda, setelah beberapa bulan pindah terbentuklah satu grup whatsapp yang isinya perempuan-perempuan di kompleks. Setiap hari grup tersebut gak ada matinya, mulai dari bertukar kabar, jadwal senam, rumpian khas ibu-ibu dan yang paling top adalah iklan hahahah. Grup GSMers Kece menjadi sebuah one stop services, semuanya ada didalam. Mulai dari promosi berbagai jenis makanan sampai produk kewanitaan. Seperti hari ini saat malas gerak dari rumah cukup pesan nasi bakar dan grup dan langsung LEPPP!!! Hahahaha

nasi bakar nyummy!!

Silaturahmi kini bergantung pada niat, sejauh dan sesibuk apapun bisa didekatkan dengan teknologi asal ADA NIAT untuk menyapa, untuk bercerita, untuk membaca sebagai ganti mendengarkan.Featured image

Blog di WordPress.com.

Atas ↑